Wasit RI dihajar polisis malaysia. Pak Luhut menjenguk ke Malaysia.
| Wasit RI Dihajar Polisi Malaysia | |||
| Minggu, 26/08/2007 | |||

KORBAN KEKERASAN, Ketua Kontingan Karateka Indonesia Luhut Pandjaitan (tengah) membesuk Ketua Wasit Karate Indonesia Donald Peter Luther Kolopita di di RS Tunku Jafaar, Negeri Sembilan, Malaysia, kemarin.
JAKARTA (SINDO) – Indonesia akan mempermasalahkan penganiayaan oknum polisi Malaysia terhadap wasit karate Indonesia Donald Luther Kolopita. Donald bersama rombongan tim karate Indonesia tengah mengikuti Kejuaraan Karate Asia (AKF) yang digelar di Kota Nilai, Negeri Sembilan, Malaysia, 24-26 Agustus.
Namun, sebelum kejuaraan itu berakhir hari ini,tim Indonesia telah memutuskan menarik diri dari event Asia itu. Alasannya, mereka merasa dilecehkan dengan tindakan oknum polisi Raja Diraja Malaysia terhadap wasit terbaik yang juga Ketua Dewan Wasit Indonesia.
Insiden tersebut bermula saat Donald pulang dari acara pertemuan wasit Indonesia menuju hotel tempatnya menginap, Alson Kelana di Nilai, Jumat (24/8) dini hari. Dia tak menggunakan kendaraan karena jarak tempat pertemuan itu dengan hotel hanya sekitar 600 m.Apalagi, kondisi saat itu sudah larut sehingga tak ada lagi taksi yang lewat.
Tapi, di tengah perjalanan, empat orang oknum polisi yang menggunakan mobil menghampirinya. Ironisnya, tanpa basa-basi, mereka langsung memukuli sang wasit sampai babak belur. Donald memang sempat membela diri. Namun, situasinya sangat tidak seimbang. Dia kemudian ditangkap dan diborgol saat dibawa ke kantor polisi.Tapi, sepanjang perjalanan dia terus digebuki.
”Pak Donald sudah teriak-teriak minta tolong pada masyarakat yang ada di sekitar situ, tapi tidak ada yang menolong.Dia mengira dia dirampok,” tutur Konsuler Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia Slamet Nugroho.
Menurut Slamet, Donald juga sudah memperkenalkan dirinya sebagai Ketua Dewan Wasit Indonesia di Kejuaraan Karate Asia. Bahkan, dia sempat memperlihatkan paspor miliknya.Tapi,keempat oknum polisi tersebut bergeming dan malah semakin bersemangat menghajar Donald. ”Kami protes keras dengan tindakan sewenang-wenang ini. Karena itu, kami akan menuntut keempat polisi itu sesuai hukum.Bahkan,kami sudah melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian di sana,” ujar Ketua Umum PB Forki Luhut Binsar Panjaitan saat dihubungi SINDO lewat telepon internasional,kemarin.
Menurut Luhut, penganiayaan ini sudah di luar batas kemanusiaan. Bahkan, dia menyebut oknum polisi Malaysia itu memperlakukan orang-orang Indonesia seperti binatang yang bisa disiksa seenaknya.
”Kami kecewa dengan kejadian tersebut dan ini sangat memalukan. Seharusnya, selaku tuan rumah, Malaysia memberikan jaminan keamanan kepada setiap delegasi peserta kejuaraan itu. Kami datang ke sini (Negeri Sembilan) sebagai tamu, sekaligus undangan. Jadi, sudah sepatutnya mereka memperlakukan kami dengan baik,” tandas Menperindag RI era Presiden Abdurrahman Wahid itu.
”Nyatanya, salah satu anggota rombongan kami dianiaya. Saya sudah bertemu pihak kepolisian (polda) setempat dan meminta kasus ini diusut sampai tuntas. Sebab, ini sudah menyangkut nama baik bangsa. Mereka sudah menginjak- injak harga diri bangsa Indonesia. Kita pun punya kehormatan,” tandas mantan Duta Besar Singapura itu. Luhut wajar marah besar atas kejadian itu.
Sebab, kondisi Donald yang kini dirawat di rumah sakit setempat memang sangat memprihatinkan. Selain mukanya lebam dihajar bogem mentah sang oknum polisi, bagian kemaluannya juga bengkak. ”Ini tindakan yang tidak manusiawi. Bahkan, para karateka kami juga menangis melihat kondisi Donald yang memprihatinkan. Jadi, kasus ini tak boleh dibiarkan. Karena itu, saya akan menuntut mereka. Bahkan, bentuk protes yang telah saya lakukan adalah menarik tim karate Indonesia dari kejuaraan,” ujar Luhut yang mengaku Indonesia baru mendapat tiga perunggu dalam event yang diikuti 32 negara itu.
Donald kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit itu dengan pengawasan penuh KBRI. ’’Sekarang dia masih dirawat dan kondisinya membaik.Menurut dokter, tidak ada luka yang serius. Dia hanya butuh istirahat,”katanya. Menurut Slamet, dia sudah meminta konfirmasi ke kepolisian setempat yang menangkap Donald. Mereka mengatakan ada kecurigaan bahwa Donald pelaku kriminal. Oknum polisi tersebut mengaku sudah menyatakan dirinya bahwa mereka polisi, tapi Donald malah berlari.
’’Tapi, yang pasti, kejadian ini sangat keterlaluan. Kita bangsa yang punya martabat. Tetapi, kini diinjak-injak seenaknya,” kata Slamet. Sementara itu, Ketua Panitia Kejuaraan Karateka Asia Datuk Haji Mohamed Noerdin mengucapkan permohonan maafnya atas kejadian itu. Bahkan, dia menangis di depan seluruh kontingen Indonesia. Apakah Donald akan menempuh jalur hukum untuk menuntut oknum polisi tersebut? Slamet mengatakan belum pasti. Dia masih menunggu perkembangan selanjutnya.
’’Dia masih sakit.Tapi, kalau misalnya Pak Donald menuntut, itu bisa saja,” tutur Slamet. Sementara itu, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia Departemen Luar Negeri (Deplu) Teguh Wardoyo mengatakan pihaknya beserta pimpinan KBRI di Malaysia telah mengajukan nota protes kepada Kepala Polisi Negara Malaysia Jenderal Musa Hassan. Musa berjanji akan memprioritaskan dan mengusut tuntas kasus pemukulan Donald ini.
’’Hukum harus ditegakkan.Sepertinya oknum polisi yang melakukan kekerasan kepada Pak Donald telah diperiksa kepala polisi tersebut,” terang Teguh. Anggota Komisi I DPR-RI Djoko Susilo mengatakan pemerintah harus membela setiap warganya yang mengalami tindakan sewenang- wenang di negara lain. ’’Warga Indonesia harus diberi perlindungan di mana pun berada. Kita harus protes. Malaysia tidak boleh semena-mena seperti itu,” ucapnya. (m ridwan/CR-01)
sumber:www.seputar-indonesia.com
Popularity: 3% [?]
Cara dapat duit hanya dengan online,
anda akan dibayar setiap anda browsing selama 30 detik sekali
Thank you for reading this post. You can now Read Comments (2) or Leave A Trackback.
Post Info
This entry was posted on Sunday, August 26th, 2007 and is filed under Media Massa. Tagged with:You can follow any responses to this entry through the Comments Feed. You can Leave A Comment, or A Trackback.
Previous Post: Kepala Polisi Malaysia Janji Pemukulan Wasit Indonesia Jadi Prioritas »
Next Post: Legislators demand minister`s explanation on Malaysian police brutality »
- PUSDIKTER CUP Junior Senior Terbuka se-Jawa Bali
- UMAR SYARIEF JUARA KARATE ANTAR MASTER EROPA
- Hasil Pertandingan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional 2008 Tingkat SD,SMP,SMA
- Kembali, INKANAS mengukir prestasi dengan mendominasi perolehan medali. Umar, “Saya Perguruan INKANAS”
- Tim Jawa Timur Juara Umum Cabor Karate setelah memenangkan pertandingan di partai Final Kumite Beregu Putra
- Jawa Timur tambah emas lewat Umar, membayangi Sulawesi Selatan
- Hari Kedua PON, Kaltim dan Sulsel tambah 2 emas
- Hasil PON XVII hari pertama 12 Juli 2008
- www.dasrilkarate.com akan me-live review PON XVII Kaltim
- Seleksi Nasional Karate Junior tahun 2008














August 27th, 2007 02:41 GMT
Sama malaysia aja takut apa lagi sama negara lain??? Apa memang Tim Karate Indonesia sudah kehilangan Tajinya di kancah Asia??? Itu krn kita selalu melupakan jasa2 atlit yg pernah membela dan memperjuangkan karate indonesia….
November 10th, 2007 17:49 GMT
ya saya juga setuju pendapat mas visnu kita terlalu lemah , bangsa kita telah diinjak-injak maratabat nya oleh malaysia yang menganggap dirinya lebih baik dari kita , padahal mereka itu bangsa yang pengecut , hanya berani kepada saudara-saudara kita yang lemah saja, kalo bisa sekali-kali unjuk gigi dong, kami siap kok bertempur demi harga diri bangsa ini , kami tinggal tunggu perintah aja…